Rabu, 16 Januari 2013

He is....

Huuuu yeeeaahh...Semester 5 telah usai, semester yang menurutku berat, benar-benar banting tulang dan mati-matian buat gak 'keteteran', bener-bener menguras emosi dan tetapi benar-benar menyenangkan. Praktikum yang subhanallah, tugas yang benar-benar Allahuakbar dan laporan yang benar-benar Astagfirullah. Mata kuliah yang... emmm hampir semuanya di lapang. Kalaupun di laboratorium itu juga sangat sesuatu sekali. Lembaran laporan yang hampir 200 halaman, udah biasa. Lebih tebal dari skripsi. Lebih berat dari kumpulan jurnal, dan lebih mahal pastinya.
Tetapi, ada sesuatu yang lebih berbeda di semester ini. I get the new one in this departement, he is Mr.K. Yaaahh...awalnya aku tak mengenalnya. Awalnya aku biasa aja dan awalnya aku gak tau apa-apa. Tetapi, saat dia pergi, aku tak tahu kenapa dia sangat berarti buat saya. I relly miss you now.

Kekaguman Ku

Kagum, sering aku bahkan, kalian yang membaca tulisan ini, sering mendengar bahkan berucap kata ini. Kagum akan kebesaran sang Khaliq, ataupun kagum dengan berbagai alasan lainnya.
Sekarang, aku akan mengungkapkan kekagumanku kepada seseorang, mungkin dia sahabatku. Entah kenapa, dari tujuh orang itu hanya satu yang benar-benar aku kagumi, bukan aku cintai. Aku mengaguminya karena ketaatannya kepada Allah SWT, kegigihannya, dan semangat membaranya dalam menegakkan agama Allah. Memang belum lama aku mengenalnya. Tetapi aku sudah mulai mengetahui sedikit tentang dirinya. Sikap tenang dan kedewasaannya membuat aku benar-benar iri. Dia seorang lelaki yang berbeda. Dia sungguh berbeda. 
Waktu yang benar-benar aku sia-siakan saat ini. Hanya 1 bulan dari 4 bulan yang benar-benar aku lewati untuk mengenalnya. Aku tak memanfaatkan kesempatan indah itu. Aku benar-benar melupakannya. Kekecewaan dan kesedihan yang timbul saat ini. Apalah daya, aku hanya seorang wanita yang malu apabila harus memulai sebuah percakapan dengan seorang lelaki bukan mahramnya dan untuk pertama kali.
Sekarang dia dan mereka telah kembali ke negerinya Malaysia. Aku tak merasakan sebuah permusuhan di saat-saat terakhir kami bertemu. Dia selalu berkata, Allah lah yang akan mempertemukan kita kembali, kapan dan dimananya kitalah yang tidak tahu akan itu. Allah lah yang akan menjadikan kita jodoh ataupun tidak. Yah...sepercik kalimat indah yang senantiasa menenteramkan hati ini. InsyaAllah kita akan berjumpa lagi.
Teruntukmu sahabatku di Malaysia. TERIMA KASIH :D

Senin, 14 Januari 2013

TEGAR sampai FP Malaysia

Sebuah kepanitiaan yang benar-benar menguras emosi, tenaga dan kekuatan jiwa. Acara besar yang dihadiri ratusan bahkan ribuan pengunjung. Persiapan yang serba mendadak, tapi kesuksesan dan berbuah manis yang kami dapatkan.
TEGAR, Temu Keluarga Agronomi dan Hortikultura 2013, dilaksanakan di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW), gedung kebanggan kita dan gedung dimana kita pertama kali menginjakkan kaki dan gedung yang akan menjadi saksi kesuksesan kita. Emm.. tiga minggu persiapan untuk acara ini. Bukan main-main. Mengundang angkatan 1-49, diisi oleh banyak penampilan, dan acara yang sungguh luar biasa. Disini, aku menemukan dan melihat betapa indahnya AGH itu, betapa luasnya pertanian itu dan betapa bangganya aku menjadi keluarga Pertanian, dan AGH khususnya.
Banyak suka dan duka dalam acara ini. Suka nya, saat aku berinteraksi dengan kawan-kawan baru di AGH 47, 48, 46, 49,45 bahkan pasca sarjana dan alumni. emmm..sungguh luar biasa mereka ini. Dukanya, aku harus mengalami kejadian yang sama dan dengan orang yang sama. Huuhh...manusia-manusia. Gakpernah mau mengubah sikapnya ini.
Acara kedua, yaitu Farewell Party bareng anak Malaysia. Panitia kecil-kecilan kami buat. Ada aku, Gery, Mita, Asep, Nunu, Radhiya, Rizal, dan Yulisda. Persiapannya cuma sekitar 1 minggu. Disini, benar-benar kami menyatu. Tak ada perbedaan antara kami. Aku mulai mengenal Kamal, Anuar, Zawawi, Faiz, Hazran, Hasan, dan Amir. Mereka sangat menyenangkan. Emm.. apalagi ada kak Andri dan kak Nita sama kak Khusnul. Tambah rame. Tunggu foto-fotonya...

Senin, 31 Desember 2012

Bukan Derita, tapi Replika Hidup

Bismillah..
Lama, yah sangat lama akumeninggalkan blog ini. Aku tak pedulikannya, karena aku sedang menyibukkan diriku ini dengan lingkunganku, bukan kehidupanku. Emmm, penuh warna dan air mata dalam menjalani apa yang ada di semester 5 ini. Begitu riweuh, begitu bingung dan begitu sesuatunya, karena semester ini benar-benar awal bagiku untuk mencapai mimpiku, PETANI SEJATI. Perjuangan dimulai hari ini dan akan terus berjalan sampai nanti, sampai aku menemukan sebuah pijakan hati.
Oke...Emosi kadang juga mulai meletup-letup kala tak ada satupun yang peduli. Sampai akupun berpikir, lebih baik gak ada kelompok daripada anggotanyapun gak guna. Hanya menuh-menuhin nama di cover depan laporan. Tak adil sebenarnya. Tapi, inilah realita. Mau aku hilangkan, tapi kasihan dia telah hampir 1 semester menjadi bagian dariku. Harus benar-benar menjadi orang bijak, dan menghilangkan sisi individualisku ini.
Pernah aku dimarahi oleh salah satu PJ data gara-gara lupa dan salah ngirim data. Padahal, niatnya aku mengirim data ekotan, tapi yang aku kirim malah data rancob. Emm..folder komputerkupun penuh dengan laporan. Entah berapa jumlahnya, akupun samapi kadang merasa muak karenanya. Kedua, aku dimarahi karena aku katanya salah format data. Padahal, aku sudah sesuai dengan penuntun praktikum. Tapi, apalah daya, sikap keras kepalaku ini membuat mereka tak berani mencemoohku lagi. Dan benar, aku menjadi PJ data hari Senin untuk Gulma. Data amburadul, gak jelas, gak sesuai dengan pengamatan, acak-acakan. Inikah yang namanya ketidak adilan??? 
Uwohh...kata kakak 'sing sabar yo dek, iki dadi berkahmu, emben digawe kok.'
Oke kak, terima kasih. Emm...semester ini juga tak akan aku sia-siakan untuk berkenalan dengan kawan baru dari Malaysia. Dia ada Kamal, Hazran, Wawi, Anwar, Hasan, Faiz dan Amir. Sahabat baru kayaknya. Ngobrol dengan mereka lebih terbuka, tak ada yang ditutup-tutupi. Emmm.. indahnya berbagi.
oh iya...tak lupa juga aku sebutkan teman-teman super dan maksimal dalam mengerjakan laporan. Jabar, Nabila, Ita, Mita, Kamal. Terima kasih telah membantuku semester ini. Oh iya,teman curhat Usi, Agung, Yoni. Really love you cause Allah.

Selasa, 11 Desember 2012

Mulai dari Topik

Uwooow...lama sekali aku tak posting, mungkin karena terpotong oleh UTS, ataupun mengerjakan laporan tiada henti ataupun kepanitiaan yang bikin riweuh. Okelah tak apa, dunia ini harus selalu berwarna kawan. Oh iya..akhir minggu alias weekend yang biasanya aku isi dengan menulis harus aku tinggalkan untuk mencari sesuap nasi ataupun mengikuti kompetisi-kompetisi di kampus. Yah, lumayanlah buat tambah uang jajan. 
Sedikit curhat sih, akhir- akhir ini kata temanku, aku terlalu cuek sama lingkungan sekitar. Aku udang tak terlihat lagi aktif seperti dulu. Mungkin itu semua karena aku cukup kecewa sama lingkungan itu. Bukan mengapa, merekapun lebih 'masa bodoh' ketimbang aku ini. Tapi, tak apalah sebagai pembelajaran lah, gantian dikit sama perananan ku. Hehehe.
Oh iya, kali ini aku terlalu galau buat topik skripsi. Tak terasa udah mahasiswa tingkat akhir. Penting banget nih menentukan gambaran apa yang akan kita lakukan nanti. Ada yang bilang aku cocok di gulma, ada yang bilang Biotek aja atau pemuliaan, namun sekarang ini aku lebih tertarik sama padi ataupun kedelai, yang notabene tanaman pangan. Bukan tanpa alasan, soalnya tanaman ini sedang digembor-gemborkan oleh pemerintah ataupun mahasiswa sekarang jarang yang mau panas-panasan. Tapi bagiku ini merupakan tantangan dan kesempatan buatku untuk menguji nyali ini di lahan. Huh, kata seorang dosen kalo sekarang ini banyak mahasiswa yang telah meninggalkan hal-hal dasar dan lebih memilih Hitech, padahal ini dasar banget lho dalam ilmu pertanian, apalagi pertanian konvensional. Bodo amat aku dibilang item atau apapun itu, yang penting sesuai passionku.
Alasan lain aku memilih tanama pangan adalah faktor dosen pembimbing yang insyaAllah luar biasa. Apalagi ditambah semangat seseorang yang dulunya mengambil topik yang sama dalam bidang tanaman pangan, komoditas kedelai. Beliau melaksanakan proyek dari Prof. Munif di Palembang. Dan sekarang beliau telah bekerja pula di bidang pertanian di daeah Sukabumi. Pas liat foto-fotonya sih ndeso banget, tapi demi masa depan kita. Hehehe. Semangat dan motivasinya tak terkalahkan. Tapi kata beliaupun dia masih kalah sama semangat orang tuaku. Emmm... Mau sebut nama takut gak enak, yang jelas dia angkatan 44, mantan asprak juga.
Lanjut, tanaman pangan mulai ditinggalkan oleh para petani. Mungkin lahannya yang sekarang berubah jadi perumahan, ruko, ataupun mall kali yah. Mereka juga malas karena input yang mereka keluarkan lebih besar dibanding output yang mereka dapatkan. Tak heran, banyak dari mereka yang memilih untuk menjual tanahnya dan membangun usaha lain di luar bidang pertanian. Sayang sekali, peranan pemerintah juga tidak sangat berarti bagi petani. Mereka hanya bisa membuat kebijakan yang kadang-kadang menguntungkan pihak swasta yang dalam hal ini orang kaya. Semoga, orang-orang di lembaga Pertanian adalah orang-orang yang mengerti pertanian.

Sabtu, 13 Oktober 2012

On September

My big family
Logo BANGTAN
my picture
kultur
cute ^^
kampanye buah dan sayur lokal

my sweet family

Kamis, 04 Oktober 2012

Dia itu AJI

Assalamualaykum...
Aji 
ehm...Kali ini, saya akan bercerita tentang temanku dari SMP sampai SMA. Dia bernama Aji, lengkapnya Aji Setayawan. Aku ingat sekali saat aku daftar di salah satu SMP favorit di kotaku. Aku melihat seorang laki-laki kecil, sendiri tanpa didampingi orang tua. Dia berdiri bersandar di kayu, penopang kelas IX E. Aku kira dia anak seorang guru yang masih berusia 6-7 tahun saat itu. Saat pembagian kelas, ternyata sesosok lelaki itu adalah siswa baru. Dia terlihat sendiri dan minder. duduk paling depan dengan tas ransel besar yang masih digendong di punggungnya.
Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat untuk saling mengenal dengan teman-teman satu kelas saat SMP. Saat kelas 1, dia pernah mengeluhkan keadaan matanya. Dia sulit melihat tulisan di papan tulis, hingga akhirnya dia selalu duduk paling depan. Aji tidak berani meminta dibelikan sebuah kacamata, karena ayahnya hayalah seorang penjaga sekolah dan ibunya seorang penjual nasi di pasar, dekat rumahnya. Sedih, saat mendengar cerita itu dan hingga akhirnya, kami satu kelas menyisihkan sebagian uang jajan untuk dibelikan sebuah kacamata untuk Aji. Bukanlah minus yang kecil, ternyata dia minus 5 baik mata kanan ataupun kirinya. Kacamata baru, semangat baru, tuturnya kala itu.
Saat kelas 2 SMP, aku juga sering sekelompok dengan Aji. Pernah aku sekelompok dalam pembuatan laporan karya ilmiah. Bekerja sama dengan Aji itu sangat menyenangkan. Dia rame, pinter dan kritis. Selain itu, aku juga pernah sekelompok olahraga dengan Aji. Pernah aku berkunjung ke rumahnya untuk membuat laporan olahraga. Rumahnya tak jauh dari pasar, sebuah gang kecil di belakang sebuah rumah mewah, milik juragan kelapa. Aku heran saat kesana. Tak hanya dia yang fisiknya kecil, tetapi adiknya pun demikian. Aku mulai memberanika diri bertanya padanya. Namun dia tak mau menjawab pertanyaanku dan teman-temanku saat itu. Dia hanya bilang kalau dahulu, dia punya kakak denga fisik yang sama, namun telah kembali ke Allah saat kecil. Okeh, kami tak berani lagi menanyakan hal itu kepadanya.
Masa SMP pun berakhir dan dilanjutkan dengan masa SMA. Ternyata, Aji mendaftar di tempat yang sama denganku. Kali ini, dia ditemai Dani, teman SMP ku. Tak ada yang janggal saat awal-awal masuk SMA. Tetapi, saat kelas 2, Aku mendengar kabar kalau Aji sakit. Tak tahu dia sakit apa dan teman sekelasnya pun tak tahu. Setelah berhari-hari, salah seorag guru menyiarkan bahwa Aji sangat membutuhkan darah untuk kelangsunga hidupnya. Dan ternyata dia mengidap penyakit TALASEMIA. Sebuah penyakit turunan yang sangat mematikan dan hanya sedikit orang yang mengidap penyakit itu. Kaget, saat tahu itu semua dan bagiku sebuah pertanyaa sejak SMP terjawab hari itu juga. Saat kelas 1 dan 2, Aji sering bolak-balik rumah sakit karena kondisinya yang semakin menurun. Kulit dan mata Aji berubah menjadi warna kuning pucat dan tak jarang dia pingsan saat dilaksanakan pelajaran. Entah apa yang dirasaka dia saat itu dan apa pula yang dia lakukan setelah lulus SMA. Tak terdengar lagi kabarnya. Saat dikonfirmasi beberapa hari yang lalu, dia sedang diraat di RS di kotaku. Dan hari ini, 4 Oktober 2012 malam, Aji kembali ke sisih Allah. Aji meninggalkan sejuta kebaikan dan keikhlasan di dunia ini. Aji gak pernah minder akan kekurangannya dan Aji tak pernah malu untuk tidak menyerah.
Aku, Temanmu SMP dan temanmu SMA akan selalu mengenangmu dalam doa. Allah akan selalu menuntun jalanmu dan tenanglah di sana. Selamat tinggal AJI SETYAWAN.