Kamis, 07 Maret 2013

Separuh Jiwa??

Pertanian, impianku
Separuh jiwa, mungkin dua buah kata yang cocok bagi aku beberapa bulan terakhir. Aku memang mencintai pertanian sejak aku kecil, karena aku dibesarkan di lingkungan pertanian, mulai dari bapak yang seorang petani sekaligus pedagang dadakan produk primer pertanian. Komoditas yang bapak tanam mulai dari hortikultura, tanaman pangan, dan komoditas perkebunan. Komoditas hortikultura yang ditanam misalnya bayam, kangkung, tomat, kacang panjang, cabai, terong, pepaya, jeruk, dan lainnya. Komoditas pangan yang ditanam misalnya padi (IR64, Ciherang, Cimalaya, dll), jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan sekarang merambah ke sorghum, sedangkan untuk komoditas perkebunan, bapak hanya menjual bibitnya. Misal kopi, jabon dan lainnya. Maka dari itu, aku ingin sekali saat itu masuk ke dunia pertanian. hehehe

Okeh, masa kecil bagiku mungkin sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Aku tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga yang sangat sederhana. Sering aku malu kala ditanya pekerjaan orang tua, yang hanya sebagai petani. Namun,tak pernah aku berusaha untuk menjelek-jelekan bapaku ini. meskipun keadaan yang kurang, aku tetap berusaha menjadi anak yang lucu dan cantik, walaupun sering aku dibilang anak cowok karena kenakalanku. Aku ingat sekali saat kecil dimana aku harus membiayai sekolahku dengan ikut melakukan kegiatan menempel mata tunas pada jeruk, memasukkan tanah dan menyemai biji akasia di sawah. Mungkin efek dari setiap hari di sawah yeng mengakibatkan kulitku sedikit eksotis. Ulalala...masa kecil yang menyenangkan.
Firdasari, pemain badminton favorit
Namun, dibalik keinginanku untuk menekuni pertanian, aku juga punya impian besar untuk dapat bermain volly dan badminton. Setiap sore aku terus menerus latihan untuk dapat mengikuti kompetisi-kompetisi. Namun takdir berkata lain. Aku tidak dapat mengikuti kompetisi satupun saat SD, SMP dan SMA karena tak diperbolehkan bapak. Sedih sih memang, namun aku selalu bermimpi untuk menjadi pemain volly dan badminton, meskipun sangat pas-pasan kemampuan ini. Akhirnya, separuh jiwaku ini aku temukan saat aku berada di Bogor, dalam rangka menuntut ilmu-ilmu pertanian. Aku diberikan banyak kesempatan untuk mengikuti kompetisi-kompetisi badminton dan volly, baik tingkat departemen, fakultas maupun IPB. Menyenangkan sekali saat impian yang tertunda hampir 12 tahun akhirnya aku dapatkan saat aku telah agak berumur. Tiada ada kata terlambat untuk mencapai sebuah impian tersebut. Berlatih danketekunan menjadi salahsatu kunci kesuksesan. Hemmmm... Akhirnya Separuh jiwa yang hilang telah aku temukan. Terima kasih untuk kawan-kawan yang telah memberikan kesempatan yang sangat besar buat aku dalam berkarya saat kuliah ini. Kapan lagi kita bersenang-senang. Saat mudalah merupakan waktu yang tepat.

Selasa, 05 Maret 2013

INGATLAH!!!!!!

Terlihat tegar dalam diri. Terlihat sabar di wajah ini. Terlihat bahagia dalam senyuman ini. Terlihat bersinar dalam mata ini. Terlihat berseri dalam pipi. Terlihat serius dalam kata ini. Terlihat tak ada masalah dalam hidup ini. Mungkin itu yang kau lihat dalam diri yang kecil ini di hadapan Allah SWT sang Maha Besar. Tak pantas aku menyombongkan diri ini, namun tak pantas juga kau membodoh-bodohkan aku ini. Tak pantas pula aku menyakiti orang lain namun tak pantas pula kau menyakiti hati ini tanpa kau jujur,erkata sebenarnya pada diri ini. Aku telah jujur dengan apa yang aku katakan, namun mengapa masih tak ada kejujuran dalam diri ini? Seseorang boleh salah dan melakukan kesalahan dan tak pantaslah kita berbohong. Hujatan-hujatan benci tak apa kau tujukan pada makhluk hina ini. Telah kuminta maaf, daripada tak ada maaf. Telah ada masalah serupa, namun tak pernah kubenci orang itu. Silahkan tanamkan kebencian pada makhluk kecil ini, namun tak bisa kupaksakan akan suatu kesepakatan. Kenapa kau tak bilang dari dulu? Kenapa kau tak bilang langsung saja? Sering aku mengatakan kata-kata jujur kepada orang yang menurutku tak pantas menyombongkan dirinya. Mungkin, entah berapa hati yang pernah aku sakiti dengan kejujuran ini. Namun ingatlah, ini semua akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ingatlah, bahwa masih ada orang-orang yang peduli dengan kita. Ingatlah kejujuran itu sangat berharga. Ingatlah bahwa Allah SWT selalu melindungi kita.

ulala


CETARRRRRR...SAAT LO ADA MASALAH
CETARRRRRR...SAAT LO GUNDAH

CETARRRRRR...SAAT LO GILA

Minggu, 03 Maret 2013

Sahabat Baik


'Ku yakin kita akan bahagia, walaupun kita tak harus bersama. Ku yakin ini jalan terbaik, walau kita tak lagi berdua. Tak perlu disesali dan tak perlu ditangisi.' Sepenggal lagu yang menurut aku sangat indah liriknya. Hemm... Padahal ini sudah lama lagunya, namun gara-gara mas Anang alias kak Andri Hamidi nyetel lagu galau ini, aku teringat akan sebuah hal. Mungkin sedikit konyol bahkan terlihat bego. Tentang sebuah perasaan yang kadang juga membuat aku sendiri terlihat bodoh. Kenapa aku berperasaan demikian? Padahal belum tentu orang lain punya perasaan yang sama. Kalo dipikir, kita hanyalah kawan baik, kita hanyalah 2 manusia yang secara tiba-tiba kenal, dalam waktu hanya sekitar 3 jam. Mungkin dirikulah yang terlalu sombong atau kebalikannya. Hingga akhirnya dia pergi, dan entah kapan takdir akan mempertemukan kita kembali. 

'Mengapa Kita Bertemu
Bila Akhirnya Dipisahkan
Mengapa Kita Berjumpa
Tapi Akhirnya Di Jauhkan
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Kau Bilang Hatimu Aku
Nyatanya Bukan Untuk Aku'

sepenggal lirik dari Yovie and Nuno. Terlihat betapa sedihnya lagu ini. Dalam kehidupan ini ada pertemuan dan ada perpisahan. Mungkin itu yang aku alami saat ini. Betapa sedihnya saat sekian lama kita kenal, kita bersama, namun tiba-tiba kamu pergi, entah untuk berapa lama. Jelas janji itu kau ucapkan akan kembali lagi Januari 2014. Saat aku menjadi mahasiswa tingkat akhir dengan segala kesibukannya. Mungkin akan mengucapkan kalimat 'semangat berjuang kawan' ataupun berkata 'maaf, aku tak bisa lagi'. Hemmmm...begooo kenapa aku pernah mengenal kamu. Heu heu,, apa boleh buat. Mungkin Allah menciptakan kita hanya sebagai sahabat terbaik. OMG..ataukah aku yang terlalu berlebihan? Mungkin iya karena menganggap semua yang ada di dunia hanya milik aku #lho.  Hemmmm... why sun, what happened with you guys?? I don't know what I feel. I just loved you. 
Takut akan sebuah kekecewaan yang kedua kalinya. Tak ingin aku mendapatkannya lagi. Dulu mungkin aku melihat orang itu dari fisikny, namun saat aku kenal kau, kau begitu baik, taat pada-Nya,, gak neko-neko dan terlihat senyuman keikhlasan dan kesetiaan dari hatimu. 

Cuplikan dari kak Heru :
Demi Tuhan yang memberiku perasaan indah berupa kasih sayang dan cinta.
Hamba termasuk orang yang pernah risau bahkan terpuruk hingga apa yang terjadi tak tersa lagi. Namun,mungkin pada akhirnya hamba termasuk orang yang bahagia karena langkah hamba untuk mengalah mungkin bahagia bagi sebagian banyak orang. Kami saling menyayangi,namun apalah yang bisa ditolak karena Hamba pun diminta untuk mundur dan kalah. Pernah juga merasakan ketidakadilan disini,namun,hamba sadari ini jalan-Mu yang mengingatkan bahwa cinta yang sebenarnya sedang engkau simpan dan hamba yakin Engkau pasti akan turunkan nanti. Terimakasih Tuhan,Engkau telah kuatkan keputusan hamba untuk mengalah,Engkau telah bangkitkan hamba dari keterpurukan,dan engkau tunjukkan hamba pada jalan meraih impian. Bahagialah untuk cinta yang meminta ku untuk kalah, dan hadirlah cinta yang akan membuatku menang.
********KARENA KITA SAHABAT YANG BAIK********

Senin, 25 Februari 2013

'SEMANGAT'

SEMANGAT... Sering aku mendengar, mengucapkan dan menulis kata itu dalam kehidupan ini. Saat sedang down, saat sedang sedih, saat sedang capek, saat sedang gak mood dan saat-saat gak menyenangkan, kata SEMANGAT ini mempunyai efek yang sungguh luar biasa. Entah kenapa kata ini yang pertama kali diucapkan, entah emang karena kebiasaan atau emang latah #loh. 
Ramdana Sajja, seoranng teman satu departemen yang mengingatkan kata itu, saat benar-benar down. Terus mengucapkan kata semangat dengan ekspresi manjanya. Hemmm... sangat membantu memulihkan semangat ini. Terus-terusan diucapkan dari pagi, siang, sore dan malam. SEMANGAT!!!
Hem...entah apa yang membuat awal semester ini down dan sedikit terpuruk. Kalau dipikir sih, gak begitu penting. Namun entah mengapa hal kecil ini benar-benar membuat semakin terpuruk. Entah mengapa saat orang-orang mulai semangat dengan hal-hal baru, malah aku merasa mundur ke belakang, menyendiri dan sedikit sakit. Saat mengetahui orang yang benar-benar disayangi akan segera pergi, mungkin untuk selamanya. Tak dapat lagi bercerita bersama, tak dapat lagi saling menyalahkan dan memuji, dan tak dapat lagi melihat senyumannya.
Aduuuh,,,ada apa ini??? Baru juga 1 semester kenal. Kenapa tak dari dulu kamu aku kenal? Terlalu menjaga image kah aku atau Anda ini? Atau mungkin kita berbeda umur? atau alasan lainnya? Yang jelas baru beberapa bulan ini aku merasa dekat.
Ucapan pergi itu baru aku ketahui beberapa hari ini. Untuk sekedar mencari penghidupan yang lebih baik. Yah tak apalah, itulah sebuah pilihan hidup. Tak mampu bagiku tuk melarang segala urusanmu. Perbincangan beberapa hari ini cukup membuat aku senang. Karena kamu adalah kakak terbaikku. Selamat sampai tujuan dan berbahagialah dengan calon pendamping hidupmu kak. Aku akan selalu mendoakan terbaik untukmu.
Ingin ku telfon Bapak-Ibuku secepatnya untuk mengetahui kabar gembira ini, namun menyakitkan bagiku. Allah senantiasa memberikan yang terbaik bagi umat-Nya. Namun dengan cara yang sangat berbeda satu dengan lainnya. SEMANGAAAAT!!!!

Di Balik RK Pinus 2

IPB, memiliki berpuluh bahkan ratusan ruang perkuliahan dan laboratorium. Ruang kuliah tersebut tersebar dari CCR sampai dengan ruang-ruang yang ada di tiap fakultas dan departemen. Di fakultas pertanian sendiri, ruang perkuliahan tersebar dari departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Agronomi dan hortikultura, Proteksi Tanaman dan Arsitektur Lanskap. Ada beberapa ruang kuliah yang cukup populer, yaitu GKA, RK 15 TAN A, RK FAC 14 dan 16, dan satu-satunya ruangan yang sudah terpasang AC, RK Pinus 1 dan 2. Namun, ruangan yang penuh kenangan baik yang menyenangkan ataupun menyedihkan adalah RK Pinus 2. 
RK Pinus 2, salah satu ruangan yang memberikan kenangan yang sangat berkesan selama semester 5 kemarin. Entah apa yang menjadikan ruangan ini begitu istimewa di mata aku ini. Mungkin karena hampir setiap saat aku kuliah di ruangan ini, mulai dari Dasar Bioteknologi Tanaman (Biotek), responsi Rancob, dan lupa apalagi. Selain itu di ruangan ini aku dapat berinteraksi dengan teman-teman dari Malaysia, kakak rancob yang aneh (kak Andri Hamidi dan Kak Nita). Bukan hanya sekali aku sekelas dengan anak Malaysia, tapi berkali-kali sampai aku merasa bosan dengan wajah aneh mereka. Tapi jujur interaksi aku dengan mereka sangat terbatas.
Pinus 2, apalagi yang harus aku ucapkan lagi. Responsi Rancob di ruangan ini yang membuatku semakin dekat dengan kakak-kakak asprak, yang pada awalnya menurutku jutek. Tapi lama kelamaan akupun merasa nyaman dan nyambung dengan mereka. Sampai saat ini akupun sungguh dekat dengan mereka. Sering makan bareng, nge-net bareng, ledek0ledekan bareng bahkan curhat bareng. Sering kami begadang bareng di Lab Pemuliaan Tanaman atau Batang Pohon, dekat Himagron.
Semakin dekat dengan mereka, teman-teman Malaysia. Padahal gak begitu kenal dengan mereka saat itu. Namun aku yakin kita bakalan dekat. Tak mau aku menyia-nyiakan kesempatan untuk punya teman dari luar negeri. Tak akan aku sia-siakan kesempatan untuk mengenal kebudayaan mereka. Namun itu semua terkenadala oleh sikap mereka yang sangat tertutup dan  sangat menghormati kaum hawa. Dan ternyata benar, berawaldari Pinus 2 ini akupun menjadi cukup mengenal mereka walaupun hanya sekedar nama. Namun di penghujung waktu kepulangan mereka ke Malaysia, tak aku sia-siakan kesempatan untuk lebih mengenal mereka. Hingga akhirnya terbentuklah sebuah persahabatan kecil antara aku, Anuar dan Kamal. Sering kami menanyakan kabar satu sama lain, baik lewat FB maupun twitter. Senang mempunyai kesempatan berharga ini.
Teruntukmu, Pinus 2. Entah apa yang harus aku lakukan untuk berterima kasih kepadamu. Kamu telah membuat semester 5 ini sangat berkesan dan menyenangkan. Kamu mempertemukan aku dengan orang-orang hebat. Kamu membuat aku mengerti arti persahabatan sejati. Terima kasih ruang Pinus dua dan temanmu Pinus 1.
hahahahaa

Rabu, 20 Februari 2013

Retorika Tugas TPI


 Lucu, geli dan kadang terlihat aneh. Bukan menyombongkan diri karena sering menyambangi perpustakaan LSI atau hanya sekedar download film ataupun lagu di sini. Lebih sering untuk sekedar tidur, mencari jurnal ilmiah ataupun meminjam buku lalu dibaca di kosan ataupun kampus. Tak betah harus berlama-lama di LSI karena terlalu pusing melihat orang mondar-mandir atau mahasiswa tingkat akhir dengan segala kebimbangannya menuliskan kata demi kata menjadi sebuah kalimat, alinea, lembaran-lembaran tulisan dan berakhir dengan skripsi.
            Teknik Penulisan Imiah atau lebih gaulnya disingkat dengan TPI membuat manusia-manusia ini terlihat berbeda. Bersemangat kala harus mencari judul buku di komputer perpustakaan, mencari judul buku diantara ribuan buku yang terjajar rapi di rak ataupun kebingungan karena tidak tahu bagaimana mencari buku di rak-rak tersebut. Terlihat pula mahasiswa yang baru pertama kali menyambangi tempat ini dengan latahnya membawa tumpukan buku tebal dengan puluhan ataupun ratusan lembaran, dibawa menuju tempat peminjaman buku. Wajah-wajah kusam namun baru pertama kali menginjakkan kaki di LSI karena sebuah tuntutan tugas dari dosen TPI.
            Sedih saat dulu harus disepelekan karena sering ke LSI. Mungkin juga terlihat mahasiswa ‘sok’ karena lebih sering menyendiri dari pagi sampai malam di LSI ataupun bergaul dengan para peneliti hebat di kampus. Apakah terlalu berlebihan hidup ini kala harus membawa 1 ataupu 2 buah buku untuk dibaca di kamar? Mungkin mereka beranggapan bahwa buku itu gak terlalu penting dibandingkan nongkrong di suatu tempat, ngobrol ataupun rapat. Mencari passion apa yang akan dipilih nanti, adalah motivasi saat itu. Dan terbukti, saat orang lain pusing memikirkan apa yang akan dicari, telah disematkan dalam pikiran ini kedelai. Mereka terlihat takut dan gagap karena harus menunda lebih lama sedikit kelulusan, namun apabila passion telah didapatkan pasti semua akan berjalan lancar, bukan hanya mengejar gelar sarjana pertanian.
            Terlihat semakin ramai di LSI ini dengan mahasiswa-mahasiswa ‘lugu’ yang sedang mencari ‘jati dirinya’ karena tugas TPI. Apalah guna sebuah buku tanpa penghayatan sejati, hanya dilihat pengarang, judul, tahun dan segala sesuatu yang dituliskan di sebuah daftar pustaka. Apalah artinya jika peminjaman ini hanya untuk sementara, hanya karena memenuhi tugas TPI atau sekedar ingin dipandang bahwa ‘SAYA ANAK LSI’.
            Semoga tulisan ini dapat mengetuk hati segala insan yang sedang digalau topik skripsi. Membuat kita sadar bahwa LSI bukanlah tempat hanya terlintas di otak saat dibutuhkan atau karena tugas TPI belaka, tetapi LSI adalah tempat yang menyediakan banyak ilmu baru yang akan memberikan manfaat bagi kehidupan kita.
#maaf jika terdapat mahasiswa ataupun mahasiswi yang tersinggung karena tulisan ini