Senin, 11 Februari 2013

RESAH

Apaaaaalagi ini yang saya pikirkan? Apa pula ini yang saya resahkan? Bukan lagi topik, bukan lagi KRS dan bukan lagi organisasi. Tiba-tiba, saya resah dengan apa yang saya dengar sore tadi. Keresahan pertama, saat  kakak kelas saya bilang ada seorang mahasiswa yang membeli k***dom di salah satu supermarket di Bara. Kata kakak itu, mas-masnya gak ada tampang berdosa. Beberapa menit kemudian, mbak yang kamarnya di lantai satu juga terlihat shock saat memasuki kamarnya. Dia mengatakan hal yang sangat sensansional pula. Ada mbak-mbak, sepertinya mahasiswi yang membeli alat test ke****lan. OMG.... Sumpah sedikit gak percaya. Tapi, ya itulah kenyataannya. Memang yah, manusia sulit ditebak.
Keresahan berikutnya, datang dari salah satu kakak samping kamar. Dia masih bingung dalam mencari pekerjaan. Maklumlah,mahasiswa tingkat akhir. OMG... Akupun ikutan resah karena kakak ini,, Mau jadi apa saya selanjutnya nanti?>?

Sabtu, 09 Februari 2013

Nasehat

Nasihat ataupun nasehat, bagiku sama saja, entah yang mana yang sesuai EYD Bahasa Indonesia. Emmm,,mungkin tak asing lagi kata itu, sering kita dengarkan walaupun secara tidak langsung. Nasehat lebih menjurus ke hal-hal positif, biasanya juga disebut wejangan. Kadang pula nasehat diberikan oleh orang yang kita anggap lebih dewasa, lebih mampu, dan lebih banyak pengalaman hidup tentunya.
Okeh, begitupun yang saya rasakan beberapa hari bahkan beberapa bulan ini. Banyak nasehat dan masukan dari orang terdekat sampai orang yang saya anggap keluarga. Masukkan yang sangat memotivasi saya supaya berubah menjadi manusia, khususnya wanita, yang lebih baik lagi. Beberapa hal yang mereka lontarkan adalah: saya harus menjadi wanita yang lebih dewasa, menghargai waktu, menghargai orang lain, bijak dalam menghadapi permasalahan dan gak boleh seperti anak kecil lagi; berhijab yang sesuai ketentuan, dilarang keras pacaran; dan satu lagi dilarang galau. sebenarnya masih banyak masukan yang aku dapatkan,namun ini adalah masukan yang benar-benar saya pikirkan sampai saat ini. Emm.. Masukan yang sangat luar biasa kawan. Terima kasih.

Minggu, 03 Februari 2013

4 Februari 2013

Tepat pukul 23.59 sampai pukul 00.09 saya terus mengirim email terus. Jumlahnya sekitar 8 email. Sempat pesimis hingga akhirnya saya telfon satu persatu temanku yang katanya akan mengambil topik Prof. Munif. Beliau sangat digandrungi karena researchnya, termasuk saya. Saya mengidolakannya sejak semester 3 saat beliau mengajar Dasgron. Sering beliau menceritakan hal yang sama saat mengajar, namun itulah uniknya dan seninya. Ekofisiologi kedelai bahasannya. Kata orang-orang susah sih, tapi bagiku ini merupakan tantangan yang harus dipecahkan. 
Namun, sedikit angan pasti itupun datang saat mengetahui penelitiannya itu cukup waktu lama dan cukup menguras fisik. Tantangan yang sepertinya akan menjadi pengalaman hidup tak terkira. Bersama satu partner dari semester 3, sahabat yang baik, rajin, cerdas dan keren Abdul Jabar, kami siap menakhlukkan dunia. Mengambil sesuatu yang berbeda, karena saya tidak mau hanya menyimak dan menjadi penonton orang lain.  Huh...apapun itulah yang terbaik bagi saya, Terima kasih Allah SWT, orang tua, kawan-kawan dan kakak kakak yang senantiasa memberikan pencerahan dan bimbingan serta terus menemani di saat genting. Semoga saya akan senantiasa semangat sampai akhir nanti. Bismillah....
Nama: Sundari
NIM: A24100045
Nama Dosen: Prof. Dr Ir Munif Ghulamahdi, MS 
Topik Skripsi Pilihan: Pemupukan Kedelai Jenuh Air
Magang/Penelitian: Penelitian

TOPIK, Again

Lagi dan lagi... Kami para galau-ers AGH47 berpetualang, perbaikan gizi, games 'donald bebek' dan dengan alibi 'silaturahim'. Sekarang rumah Nunu yang kami rampok. Bakar ikan, rujakan, makanan lainnya ludes kami sikat. Korban si donald semuanya adalah pemain baru hari ini,,,kita kuak mereka sampai tuntas, layaknya sebuah talkshow dengan bintang tamu dari Hollywood.
Over all hari ini sangat menyenangkan. hahahaha...karena saya sedang Galau TOPIK Penelitian

Jumat, 01 Februari 2013

Saya Paling Muda dan Paling Gak dewasa

Hemmmm...teringat sebuah ucapan tadi malam, "kamu sih sun, masih kecil, masih labil, belum bisa menentukan pilihan yang menurutmu tepat." Heh,,tersontaklah saya. Mencoba mendalami arti kalimat tersebut. Hingga akhirnya terpikir oleh saya, saya masih 20 tahun, masih tingktat 3 yang lumayan akhir, masih belum banyak pengalaman hidup, masih manja, masih merengek dan yang jelas belum mampu menentukan pilihan dan memecahkan masalah secara bijak, emosional, dan lainnya. Oooohhh...gitu yah saya ini sebenarnya. Bukan hanya kak Shihab, Kak Anuar, Kak Nita, Kak Andri yang bilang demikian, kakak kandung dan orang tuakupun begitu. Sempat berfikir, masih terlalu dinikah aku untuk masuk dunia ini???... Iya sih, kan mereka raa-rata berusia di atas 22 tahun. Dan saya paling muda sebagai anggota 'geng' mereka. Hehehe...apa saya harus test kedewasaan, atau bersikap 'sok' dewasa supaya dianggap dewasa, atau saya harus terus bergaul dengan orang-orang dewasa?? Waktu yang akan menjawabnya. Danakan kuingat sebuah kalimat 'jadilah diri saya sendiri'... Huh...proses menjadi seseorang dewasa yang berat.



Jadul dan Galau Bareng Orang yang Lebih Tua

Bukan pertama kali saya bermalam di Batang Pohon, biasanya sih bareng kawan-kawan satu angkatan. Misalnya buat  ngerjain laporan, rapat ataupun sekedar ngenet gak jelas. Dan bukan pertama kalinya saya ngenet bersama kakak kakak senior ini. Kak Andri, Kak Nita, Kak Shibab, dan Kak Hans. Kakak2 rempong, jadul lagu-lagunya, NOAH fans club dan hal-hal aneh yang benar-benar saya gak suka. Anti film korea dan lagu-lagu jaman sekarang. Nike Ardila, Nafa Urbach, danera 90an adalah musik kesukaan mereka. Tak lupa banyolan khas tentang saya. Malaysia lah, Kamal lah, Anuar lah, Rendy lah, dan gosip-gosip gak jelas lainnya.
Disisi lainnya, mereka sangat cocok buat sharing-sharing juga. Hemmm... Tak terasa, mereka akan segera meninggalkan kampus IPB ini. Terima Kasih...hohoho

Tingkat Akhir???

Astagfirullah...inikah yang dinamakan kegalauan dan kebimbangan kelas dewa? Bukan masalah jodoh, pekerjaan, organisasi atau yang lainnya. Ini masalah masa depan dimana saya harus menentukan pilihan dan memperebutkan pilihan tersebut dengan baik. Awalnya sedikit ragu, dimana saya harus bertanya sana dan sini, meminta saran dari sahabat, kakak, dosen atau orang yang sebenarnya belum terlalu aku kenal namun pengalaman beliau sungguh luar biasa. Dan namun keraguan itu masih benar-benar ada dalam hati ini. 
Mungkin karena aku belum cukup dewasa dalam hal ini, anak bontot yang manja dan mungkin juga umur mempengaruhi karena belum banyak pengalaman. Sering saya sharing dengan sahabat sekaligus abangku di Malaysia, Anuar. Meskipun dia aneh dan ngeselin, tapi kedewasaannya yang membuat saya terpukau dan sedikit heran. Katanya pengalaman hidup di Malaysia dan Indonesia yang membuat dia sangat menghargai hidup. Entah apa yang ia pikirkan, yang jelas dia sangat dewasa.
Okehh...akhirnya dan akhirnya sedikit titik terang terlihat sinarnya di Jumat pagi. Jabar, salah satu teman baikku, dia bilang keinginannya satu PS dengan sayadengan berbagai konsekuensinya. Entah kenapa dan bagaimana saya bisa mengagumi dosen ini. Beliau gak cakep, beliau gak terlalu kece, namun cool (lho). Saya merasa luar biasa saat beliau memperlihatkan hasil penelitian supernya dan membuat beliau mendapat gelar Profesor. Beliau juga merupakan PS dari kak Andi dan kak Hans. Dosen terbaik pula menurut kak Nita. Uwoooww...selalu optimis akan beliau ini. Wish me luck...AAMIIn...