Kamis, 06 September 2012

Ini tentang Bangtan dan Ini tentang Teman

Pengembangan Pertanian alias Bangtan merupakan salah satu program dari departemen Litbangtan, Himagron, IPB. Memang belum genap setahun berjalan, namun kondisi kedekatan dan kekeluargaan telah kami dapatkan, walaupun pasti ada rasa bosan, malas dan kadang capek baik di jiwa maupun raga ini. Tema yang kami ambil dalam program ini adalah desa cabai. Kami harus benar-benar kerja keras dan mulai dari nol untuk menyukseskannya. Nyari dosen, bikin proposal kegiatan, nyari bambulah, bikin raklah, ambil tanah, pupuk kandang, sekam, ngisi polybag, tanam benih, sampai perawatan, pemindahan ke pot dan pembagian tanaman cabai ke warga. Sangat berat menurutku, awalnya, namun kesolidan harus tetap kami junjung tinggi demi kesuksesan Bangtan. Pas di tengah-tengah, kami mulai loyo dan kendor, termasuk semangatku ini yang kadang-kadang kendor hingga akhirnya menghilang bak ditelan bumi. Inginnya sih sendiriaaaannn terus dan masa-masa labil pun datang. Hingga suatu hari, hampir setiap akhir pekan aku memutuskan untuk pulang ke Purworejo. Aku jarang ikut menyiram cabai, memupuk cabai hingga gak ikutan pindah lahan. Yang sangat aku ingat hanyalah pada saat pembagian cabai. Dan itu sangat terpaksa bagiku (itu dulu).
Okehhh...Acara pertama yang berlangsung di Balebak itupun sukses dan berakhir. Bangtan pun mulai sedikit disanjung-sanjung oleh departemen, fakultas maupun tingkat universitas. Memang beban berat yang kami emban saat itu. Okehh...terdengarlah kabar bahwa LPPM IPB berminat untuk meminang atau hanya sekedar kerjasama dalam hal pengembangan Desa Cabai. Tanpa pikir panjangpun kami terima n tawaran itu, toh buat Bangtan lebih bersinar kedepannya. Awal program dari LPPM itupun dimulai. Entah aku lupa tanggal dan bulannya. Yang jelas aku gak ikut saat itu karena aku mengikuti program IPB Goes to Field di Klaten selama 1 bulan dan benar-benar menghilang sementara dari dunia Bangtan. Entah perkembangan apa yang aku tahu, yang jelas pada saat awal puasa dilaksanakan pindah lahan ke Balebak. Fakum, fakum, dan fakum. Malu banget awalnya saat harus meninggalkan Bagtan untuk beberapa waktu dan harus meninggalkan tanggung jawab yang aku emban. Okelah...Itu hanya sebuah masa lalu dan aku harus memperbaikinya di masa kini.
Akhir Agustus, Bangtan mulai aktif kembali begitu pula diriku ini. Bersyukur banget karena mereka semua masih menerimaku dengan segala kelahan yang telah aku perbuat terhadap Bangtan. Nyiram, mupuk, dan nyemprot adalah salah satu kegiatan rutin kami. Minggu, 2 September 2012 adalah sebuah titik balik semangat kami. Kami mulai terbuka, kami mulai bercerita dan kami mulai membangun kembali Bangtan dengan segala keterbatasnnya. Kami hidupkan kembali suasana keluargaan, kecintaan, dan rasa memiliki kami terhadap Bangtan.
huwaaaa....saatnya cerita kegiatan sehari-hari kami. Bu RW yang cantik, Pak RW yang ganteng dan para teteh2 yang manis selalu menerima kami dengan rasa suka. Tak pernah terbesit di wajah mereka penyesalan karena kehadiran kami. Oh tidaaakkkk...pertama kali aku kesana, aku diamahkan untuk mengambil air di sungai. Aku kira tak terlalu jauh jaraknya. Mungkin hanya menuruni satu atau dua anak tangga. Tapi, aku sangat kaget melihatnya. mungkin ada puluhan bahkan ratusan anak tangga yang harus aku lewati. Curam dan mengerikan. Sesampainya di sungai, pemandangan yang jarang aku lihat. Banyak Ibu rumah tangga sedang mencuci baju bahkan mandi dengan anak-anaknya. Tak hanya perempuan, kaum lelakipun demikian. Awalnya sih risih, selain gak enak sama mereka, sampah yang numpukpun menjadi tak sedap. Satu-dua-tiga,, akupun mulai lemah. Yah, aku harus mengangkat 1 gembor air dari sungai menuju tempat pemeliharaan cabai. Kaki gemetar, wajah pucat pasi, dan badan sakit itulah yang aku rasakan. Tak hanya diriku, tapi yang lain juga pasti pernah merasakannya. Oh iya, Pak dan Bu RW pun tak segan membantu kami membawa air. Ohhh... betapa baiknya mereka itu. Itulah yang aku rasakan saat awal Bangtan season 2. Masih banyak pengalaman menarik yang akan kami lewati bersama.
Maaf apabila ada kata-kata yang salah. Mohon bimbingannya.
BANGTANNNN!!!!Build up....Super Team
Inilah beberapa anggota Bangtan

Pak Ketua, Elfan yang bijak


 Surya (kemeja biru yag pendiam)
 Ramdana yang rempong
 Dita si kecil yang kece
 Listya yang gede
 Resa si euceu
 Ricky
 Sandy
 Takbir si SR aneh

Yogo si nama latin




Rabu, 05 September 2012

Minorku

Rabu, 5 September 2012 adalah kali pertama aku kuliah minor, setelah 3 semester lamanya aku gak ngambil mata kuliah tersebut dan hanya berkutat dengan mata kuliah mayor dan interdept. Aku mengambil mata kuliah Teori Harga Pertanian dan Ekonomi Produksi dari Departemen Ekonomi Sumberdaya Lahan, yang notabene gak ada praktikum dan prasyarat apapun. Perlu perjuangan untuk memperoleh kursi di mata kuliah ini, soalnya aku harus mengurusnya ke rektorat karena kehabisan kursi. Tapi, alhamdulillah aku mendapatkan kursi di matakuliah ini.
Kuliah Teori Harga Pertanian. Kuliah ini dilaksanakan di RK Ofac B1.2. Mampus nih, soalnya yang aku tahu ruangan ini gak ber-AC dan walaupun terdapat kipas angin, gak berfungsi secara optimal sebagai pendingin ruangan. Ditambah lagi pelaksanaan kuliah di siang hari tepat pukul 13.00 (jam orang tidur siang). Apa yang aku bayangkan ternyata sesuai dengan kenyataannya. Oh ya, yang lebih miris, ada satu deret tempat duduk yang tidak terdapat meja, padahal kuota ruang kuliah adalah 90 mahasiswa. Sialnya lagi, saat aku masuk kuliah, baju batik usang milikku sobek gara-gara terdapat besi kecil di meja yang nyantel di bagian punggung. Pas aku lihat... WOW...sekitar 30 cm panjang robekannya. 
Panas, gerah, keringat mulai bercucuran saat 15 menit aku duduk di ruang ini. Empat kipas angin besar hanya sebuah tontonan aneh dan sama sekali gak bikin adem nih ruangan. Dosen telat hampir 1 jam menambah rasa kesal ini. Apalagi saat dosen memberitahukan bahwa yang akan mengajar matakuliah THP ini adalah Mr. Ujang dan Mr Novindra (keduanya merupakan dosen yang amat sangat gak jelas saat  mengajar, pengalaman di mata kuliah Ekonomi Pertanian). Suara dosen yang mengis pendahuluan juga sangat menyebalkan. Suaranya yang pelan dan lembut membuat aku terlena dan mengatuk selama 1 jam perkuliahan. 
Benar-benar di dunia asing saat aku melihat banyak manusia-manusia modis nan cantik, berasal dari FEM, memenuhi ruang kelas. Beda banget saat aku melihat manusia-manusia lusuh nan dekil dari departemenku. Sedikit yang aku kenal dari mereka. Aku hanya banyak diam sambil sesekali tertawa karena tingkah komti kelas, Ujang Kurnia, salah satu teman satu departemen. Yah...dia adalah seorang tumbal dari kejahatan kami, para tim sukses deprtamen AGH, yang sangat puas ketika Ujang terpilih menjadi komti kelas.
Ekonomi Produksi. Ini merupakan salah satu mata kuliah minor kedua yang aku ikuti. Kali ini ruangan kelasnya di RK H101, dekat kantin Sapta. Ruang kelas ini sedikit lebih dingin dari ruang kelas sebelumnya. Terdapat 4 buah AC walaupun hanya 2 yang hidup. Jumlah mahasiswa yang lebih sedikit membuat ruang kelas lebih kondusif dibanding kuliah sebelumnya. Akirnya, aku menemukan teman-tema sesama minor di kelas ini. Satu jam kami menunggu, tak kunjung seorangpun dosen masuk ke kelas. Hingga kahirnya rasa kesal ini dan penilaian bahwaDOSEN DARI MINORKU SERING TELAT. Oke, aku tetap sabar menunggu sambil sesekali bercanda dengan Nabila, Elfan, Dana dan Radiya karena ada seorang teman bernama PONIMAN, si pembela poni dan ke-gabutan saat praktikum, yang selalu satu kelas dengan kami. Akhirnya, sesosok lelaki dewasa datang dengan jaket krem yang dikenakannya. Dia adalah Mr Novindra, mantan dosen Ekoper yang bikin ngatuk parah saat ngajar. Hati ini mulai gelisah saat dia berkata bahwa dia akan memegang kelas kami. Tapi akua harus positif menanggapinya, dan berusaha menerimanya. Ada sedikit kabar gembira untuk para Agrohoter saat terselip kalimat: Bu Hastuti akan mengajar di kelas ini juga. OOOhhh betapa indahnya dunia ini saat harus bertemu kembali bu Hastuti, salah satu dosen favoritku. Dua setengah jam aku harus bergulat dengan Ekonmi Produksi. Tak apa, karena ini merupakan sebuah pilihan. Dan semoga minorku ini sangat bermanfaat bagi kehidupanku.

Selasa, 04 September 2012

STYLE

Tulisan yang terlalu bodoh dan mungkin terlalu aneh buat di publish. Hampir seluruh mahasiswa pertanian, yang identik dengan baju kotor, muka lusuh, jarang mandi, pakai pakaian tak layak dan segala sesuatu yang jelek ada dalam diri kami. Sandangan itupun pun melekat erat pada diriku ini. Bahkan apabila ada sebuah penghargaan terlusuh, mungkin akulah pemenangnya. Hingga akhirnya seorang teman dan dosen menyarankanku untuk memakai 'sunblok' dengan SPF 40. Mungkin karena kulitku yang terlalu kelam ini aku mendapatkan saran aneh dan meneurutku sesuatu yang tabu, karena diriku jarang pakai make-up yang tebalnya hingga 5 cm. Bahkan telingakupun sangat asing dengan yang namanya foundation, eyeliner dan nama-nama aneh yang selalu dilontarkan dari mulut-mulut temanku itu. Aku merasa diriku ini aneh. Tapi ya inilah aku dengan segala keanehanku itu.
Lain dengan salah seorang teman di departemenku, sebut aja Bunga. Bunga merupakan seorang mahasiswa pertanian yang katanya pernah tinggal di Medan, Jogja, Surabaya, Bandung, dan sekarang menetap di Jakarta. Entah Jakarta beneran atau abal-abal. Gaya sok tahunya dia pernah menghantarkanku pada kesesatan duniawi hungga akhirnya muter-muter Jakarta tanpa arah dan tujuan. Mukanya yang garang dengan suara sok manja, padahal suara lebih keras dari halilintar, sering terdengaar bergemuruh di telingaku ini. Bahkan kalau dia cerita masalah seorang lelaki yang disukainya, ingin rasanya aku memberontak dan berkata: KAMU ITU GAK PANTAS!!!!. Tapi, apalah dikata, cinta memang buta, katanya.
Masih masalah bunga. Titip absen (TA) mungkin adalah sebuah kewajiban baginya, padahal dia adalah seorang petinggi di Fakultas Pertanian. Tapi apalah dikata. Mungkin karena keberuntungannya ia diterima dan hobinya adalah TA. Hampir setiap hari Senin ia tak pernah masuk kuliah dengan alasan macet di jalan antara Jakarta-Bogor, ataupun sebuah alasan klasik yaitu MALAS. Tapi terserahlah, itukan urusan dia dan dunianya.
Oke...sekarang yang dibahas mengenai penampilannya. Mau dibilang gak norak...tapi emang norak. Mau dibilang gak lebay...tapi emang lebay. Mau dibilang gak menor...tapi emang menor. Entah sebutan apa yang pantas untuknya. Bibir merah merekah dengan sedikit mengkilat seperti diolesi minyak goreng, bedak super tebal seperti tembok habis di cat dengan warna coklat-keputihan dan agak aneh dan rambut panjag yang digerai. Huwaaa...biasa aku sebut wewe gombel. Oh ya, satu lagi parfum menyengat dan bikin pusing selalu ia semprotkan saat kuliah. Hati terdalam berkata...sial banget nih orang duduk sebelah gue!!!. Bedak tebalnya itu membuat risih hampir semua pihak, soalnya warna kulit antara wajah dan leher sangaaaaattt berbeda. Bisa dibilang belang-belang kaya zebra. But it's Ok, and this is her style. Satu jam sampai dua jam, bedak itupun belum luntur. Tiga jam berikutnya,,ngeeekkk... gumpalan-gumpalan bedak memenuhi sekujur mukanya ditambah keringat bau yang membawa sisa-sisa bedak di wajahnya. Ohhh... tidaaaakkk ingin rasanya aku menyiram muka kecutnya itu dengan sebuah ember penuh lumpur hingga mukanya tak terlihat lagi.
Setiap manusia pasti punya style yang berbeda, tapi kalo nggak enak dipandang sih mendingan gak usah. Bikin ribet orang.

Jumat, 31 Agustus 2012

Perjalanan Para Penentang

Blog aku ini mungkin isinya hanya jalan-jalan. Memang salah satu hobi aku adalah jalan-jalan dan sebuah target yang mungkin akan mengeluarkan banyak materi, yaitu keliling dunia. 
Kali ini, aku benar-benar menemukan teman, mungkin sahabat, yang benar-benara satu arah pikiran. Mita, Nabila, Gerland, dan Gery. Gak ribet kalo jalan-jalan sama mereka, yang penting perut selalu terisi penuh. Jalan-jalan kali ini ke Mall Taman Anggrek, buat main Ice Skate. Ini adalah kali pertama aku main Ice Skate, begitu juga yang lain. Alhasil, gak ada satupun dari kami yang berani meluncur ke tengah arena permainan. Ngakak dan terus mencoba fokus untuk yang satu ini. Mungkin ada rumus fisikanya, berkaitan dengan gaya gesek dan keseimbangan. Oke, bodo amat ketika ada sa seorang anak kecil yang menghina kami, karena gak bisa main.
Setengah jam pertama aku dan yag lain hanya berdiri memegangi besi di pinggiran. Mencoba mengamati orang-orang meluncur di atas es tanpa terjatuh. Keberanian sangat diperlukan bagi pemula, seperti aku ini. Coba terus walaupun sering juga terjatuh. hingga akhirnya aku berani ke tengah menyambangi teman-temanku yang sudah duluan bisa main.
Hal yang paling indah saat di tengah arena permainan adalah semua masalah terasa lenyap begitu saja. Bebas berteriak, mau jatuh ataupun tidak yang penting fun. Urusan KRS, sepatu Ice Skate bau dan yang lainnya terasa hilang bersama dingginnya es.
Bukan hanya Ice Skate yang bikin mengesankan, tapi bagaimana cara kita mengekspreskan kegilaan kita, sharing tetang masalah yang ada, dan sehingga mencari sebuah solusi yang mungkin terbaik bagi kami. 
Aku benar-benar nyama bareng mereka. Leluasa mengungkapkan segala isi hati yang bikin down sambil makan, mengeluarkan amarah dengan bermain di Time Zone, dan ngobrol masalah pribadi yang aneh.
Hahahahaha... benar-benar merasakan sebuah persahabatan dibandingkan dengan orang lain. Tapi seorang lagi gak ikutan, Usi, karena ada urusan. Padahal, dia adalah orang yang banak pengalaman hidup (apa coba).
Aku benar-benar merindukan hari ini. Semoga hal serupa bisa kita lakukan bersama. Kita tegakkan keadilan ya teman-teman,,,,hidup PARA PENENTANG

Sabtu, 07 Juli 2012

Bogor-Klaten

Alhamdulillah...lagi-lagi kata 'akhirnya' mengawali tulisan aku di blog ini.
IPB Goes to Field (IGTF) adalah salah satu program di IPB sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat di Indonesia. Beberapa tempat yang dijadikan lokasi IGTF adalah Klaten (padi dan tungku sekam), Demak (salinitas dan jambu air), Pekalongan (melon), Batam (penataan kota), dan tempat-tempat lainnya di Indonesia. Alhamdulillah saya diberikan sebuah amanah di Klaten tentang hama da penyakit padi serta kesuburan tanah sawah di Klaten. Oh iya, anggota kelompok aku ada Kak Hijjaz, Eli, dan Susi dan ditambah 3 orang dari tim tungku sekam yaitu kak Ria, Meta, dan Sudi. Sebelum ke Klaten, kami ada upacara pelepasan di Lapangan Rektorat bersamaan pelepasan KKP 2012. Pada saat itu, aku ditunjuk untuk mewakili tim IGTF untuk mendapatkan surat tugas.
Kami tiba di Klaten pada hari Selasa, 26 Juni 2012 pukul 06.30. Kemudian kami disambut oleh para petinggi di Dinas Pertania Kabupaten Klaten. Setelah penyambutan, kami langsung dibawa ke UPTD Kecamatan Delanggu untuk selanjutnya disebar ke masing-masing kecamatan yang telah ditentukan sebelumnya. Dan alangkah beruntungnya kami, kami ditempatkan di Kecamatan Delanggu dan berada di Desa Karang. Desa ini merupakan desa yang sangat strategis karena letaknya yang tidak jauh dari jalan utama Yogyakarta-Solo. Beruntungnya kami ini. Oh iya, di Delanggu kami ada satu tim penyuluh yang diketuai oleh Bu Yuni dan Pak Ridwan. Mereka sangat perhatian terhadap kami. Setiap satu minggu kurang lebih 3 kali, beliau selalu datang menjenguk kami untuk mengetahui perkembangan dan keadaan kami di di Desa Karang. Di karang, kami tinggal di sebuah rumah kosong milik bapak Pono.Ramah sekali warga desa Karang ini, dan tak terkecuali Dukuh Jogodayoh. 
Awalnya, kami masih sangat canggung untuk saling menyapa satu sama lain. Tapi ternyata, para anggota kelompokku ini sangat menyenangkan. Banyak hal yang aku dapatkan bersama mereka. Mulai dari rasa saling menghargai, kekeluargaan, kebersamaan, saling membantu, dan rasa saling menjaga satu sama lain. Informasi-informasi beasiswa dan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang sangat luar biasa juga saya dapatkan disini.
Pekerjaan di Klaten
Sebenarnya pekerjaan yang menyenangkan namun melelahkan akan kami hadapi di sini. Kita harus mendapatkan 3 Desa, dan setiap desa kita harus mengamati 4 hamparan, dan setiap hamparan itu kita harus mendapatkan 3 petak yang letaknya agak sedikit berjauhan. Saat aku melihat persawahan di sini, sungguh luar biasa besarnya hamparan persawahan disini. Pantas saja persediaan beras di Indonesia sangat bergantung di Klaten ini. Di sini kita harus mengamati hama dan penyakit tanaman padi, kondisi persawahan, dan kondisi tanah. Aku terlihat bodoh ketika harus sharing dengan para petani disini. Kami banyak belajar dari mereka. Kadang banyak hal yang sangat bertentangan dengan yag diajarkan di bangku kuliah. Selain itu, petani disini sangat unik dan menyenangkan. Bahkan ada beberapa petani yang sangat menginginkan untuk diwawancara. Sistem pembagian air di sini juga sangat baik. Setiap musim kemarau ada pergiliran pembagian air. Petani disini juga banyak yang lulusan S1 pertanian. Huwaaaahhhh....aku sangat antusias lagi kala bertemu dengan Pak Tri Waskito, seorang petani di desa Banaran. Beliau menerapkan sistem Tabela (tanam Benih Langsung) pada tanaman padinya. Menurut beliau, sistem ini sangat efisien dari segi waktu dan tanaman tidak mengalami stres. Selain itu, padi yang dihasilkan juga lebih banyak dibandingkan dengan sistem tanam legowo maupun yang lainnya. Selain itu, sistem tanam tabela juga membutuhkan jumlah pupuk yang lebih sedikit.Sistem tanam ini baru diterapkan oleh Bapak Tri di Desa Banaran ini.Kata beliau, ini sangat cocok untuk penelitian aku. HEHEHE ^^ maunya sih. terus update tulisanku aja yo. Masi banyak yang belum kutiskan teman-teman.

Sabtu, 12 Mei 2012

Saya Bingung

Alhamdulillah..akhirnya saya bisa menulis lagi pada hari ini
Mungkin tulisan kali ini lagi-lagi tentang curhatan beberapa teman saya dan sedikit isi dalam hati saya ini.
Okeh,,kita awali tulisan ini dengan kegalauan saya dan beberapa temn saya setelah melihat beberapa hasil nilai UTS semester 4. Waaaahh..sungguh berwarana. Ada nilai yang melambung tinggi dan ada juga nilai yang jatuh sekali. Contohnya Fisiologi Tumbuhan alias Fistum. Rata-rata kelas saya saja hanya 43 dan nilai diatas 8 hanya satu orang dari 175 mahasiswa. Hueaaaaa...heboh. Tapi alhamdulillah saya dapat kepala 6. Banyak curhatan mengenai Fistum, mulai dosen UTS yang gaje dan gak mau beranjak dari tempat duduknya, sampai suara Bapaknya yang seperti Rocker..Hehehehe...bener juga sih, saya saja setiap kali kuliah Fistum pasti tidur dengan lelapnya. Sekarang setelah UTS, dosen Fistum ganti. Harapan mendapatkan dosen yang agak waras dikitpun pupus sudah. Kenapa demikian?? Alasannya dosen ini melarang mahasiswanya keluar kelas, katanya kayak di Kafe. Pernah kemaren teman saya sakit perut dan kebelet ke kamar kecil, namun tidak diperbolehkan keluar. Siaaaallll itu doseeeennn... Amit-amit banget dah. Terus kalau ditanya masalah apa yang diterangkan dalam kuliah tersebut, pasti jawabanyya "cari saja di literatur". Aduuhhh... serba salah kalau sama dosen ini. Benar-benar SURAM nasib Fistum.
Okehh..lajut dengan curhatan kedua para lelki yang sedang bergalau ria dengan urusan wanita. Sebut saja X, dia mengaku galau, depresi dan seperti orang gila setelah 2 minggu diputus oleh sang cewek. Yahhh...muka madesunya tiap kali muncul. Pikirannya cuma nikah, nikah, dan nikah. Gilaaaa... para lelaki ini. Curhatan kedua muncul dari seorang lelaki yang sering saya ledekin CUPU. Haha soalnya setiap kali dia ngedeketin cewek selalu cuma dimanfaatkan oleh sang cewek. Dan puncaknya saat lelaki tersebut mencoba untuk "menembak" cewek tersebut. Dan lebih ironis, sang cewek mengatakan "TIDAAAKKK"... Aduhhh...muka temanku ini sungguh kasihan. Dalam waktu satu jam dia langsung menghabiskan 5 batang rokok. Buseeetttt... Dasar lelaki kalau udah galau mah nggak ketulungan dan susah pulihnya.
Lanjut ke curhatan saya. Setiap kali saya mengerjakan tugas kelompok tak ada yang membantu dan hanya beberapa saja yang sedikit terbuka pintu hatinya untuk membantu makhluk hina ini. pernah tema saya bertanya, mana kelompok mu sun, tak ada yang datang? Mending ditemani satu atau dua orang, ini tak ada satupun yang membantumu? Nggak marah kamu sama mereka?? Dengan lembut saya mengatakan. saya nggak akan pernah marah di depan para penjahat-penjahat itu walaupun mereka terus menyakiti hati ini. Saya akan selalu tersenyum, mungkin dengan senyumku ini mereka baru akan menyadarinya. Saya sering menangis sendiri, yah layaknya oang gila yang sedang bimbang. Saya sering seperti itu, tapi apalah guna saya menangis kalau para penjahat-penjahat itu selalu menghina saya dengan cacian khas mereka. Saya hanya bisa memendamnya. Kadang saya juga sering dinasehati oleh teman saya, kenapa saya tidak bilang ke mereka kalau mereka itu salah besar dalam menilai saya yang hina ini?? Saya hanya bisa berkata, saya MISKIN. karena mereka selalu menjodohkan aku ini dengan uang mereka yang bahkan aku tak lebih dari sebuah SAMPAH.
Tapi sekarang, kegalauan itu perlahan tak aku pikirkan. Saya dipinjamkan sebuah buku. Luar biasa buku ini. Ini menceritakan bagaimana cara kita untuk dekat dengan Allah. Selain itu, saya juga sangat berterima kash atas segala nasihat-nasihat dan saran-saran dari sahabat saya yang hampi satu minggu belakangan ini terus memotivasi saya.
Banyak air mata, emosi, dan keringat yang telah saya curahkan. Mungkin saya terlalu hina bagi mereka. Tapi sesungguhnya saya hanya akan selalu percaya pada Allah SWT.

Kamis, 05 April 2012

Gak Ada Judul


Alhamdulillah..akhirnya aku menulis lagi setelah sekian lama vakum
oke...banyak cerita dan pengalaman seru selama aku tidak menulis blog anehku ini. Di semester 4 ini aku disibukkan oleh praktikum setiap hari,dilanjutkan kuliah tanpa henti,berbagai program dan bisnis. Mungkin agak sedikit keteteran, tapi aku harus profesional dalam menghadapinya. Meskipun banyak tugas yang kadang terbengkalai bahka kuliah yang sedikit tercecer karena seringnya aku ketiduran, entah di kelas ataupun di kamar.
Banyak hal yang menarik dari semester 4 ini, mulai dari praktikum yang GAJE sampai praktikum yag biki badan aku berasa remuk...yah karena kudu nyangkul, ngangkat bibit sawit, bikin lubang tanam, bikin teras dan lain sebagainya. Namun di balik rasa lelah itu semua, aku merasakan sebuah kebersamaan, persahabatan dan pengalaman baru. Mulai dari pengalaman pertama naik traktor, bajak sawah, dan bayak lagi dah dan intinya petani banget. 
Persahabatan,,di sini aku mulai menemukan sahabat-sahabat baruku, mulai dari yang satu angkatan sampai yang beda angkatan. Kebersamaan bareng keluarga baru, teman baru, dan hal-hal baru. Mungkin ini hanya akan aku rasakan sekali seumur hidup.  Oh ya dari persahabatan ini juga muncul konflik-konflik kecil. Maklumlah masih ABG, belum dewasa..masih mentingin ego masing masing, rasa ingin menang dan ingin menjadi yang terbaik. Namun kata seorang teman,kalau konflik itu gak ada maka gak bakalan seru dan berwarna hidup ini.
Oke..terima kasih sahabat-sahabatku dan keluarga baruku...I LOVE YOU ALL
CC: usi, niki, ayu, febri, nani, mastha, alfi, syahrina, jabar, agung, ichan, dio, wida, atika, takbir, gerland, elfan, ricky,yuda,dana,randi dan semua teman-teman terbaikku yang telah rela berteman denganku.