Senin, 26 Desember 2011

Sahabatku, Bunga

Kutuliskan cerita ini sesaat setelah aku makan bubur kacang hijau Madura di depan Telkom, Bara. Awal cerita, aku bertemu dengan dua orang sahabatku, Budi dan Asep. Kami berpapasan saat aku buka pintu pagar kosanku. Aku hanya bilang'hai' pada mereka. Memang mungkin Allah akan mempertemukan kami kembali. Saat aku tiba di ATM BNI, aku kembali bertemu mereka. Aku lihat Asep sedang bercanda denga seorang anak kecil cantik yang belum aku tahu siapa namanya dan Budi yang sedang keluar dari ATM. Tak berapa lama, aku mengambil uang yah hanya cukup untuk makan (hahaha...agak puitis). Aku mulai ngobrol-ngobrol gak jelas, mulai dari kuliah, belajar, kakao, dan urusan cewek. Hahaha... emang cowok-cowok gak jelas. Setelah agak lama ngorol, Asep mengajak kami untuk makan. Yah, awalnya aku takut gendut tapi tak apalah, aku laper sih. Setelah berjalan beberapa langkah, akhirnya kami sampai juga di bubur kacang hijau Madura. Sambil terus ngobrol. Biasanya cewek yah yang cerewet, ini malah cowok yang cerewet dan bawel banget. Tapi seru sih.hehe. Tak kusangka, kedua sahabatku ini suka pada orang yang sama. Dia adalah sahabatku juga, sebut saja Bunga (kayak korban kejahatan). 
Bunga adalah seorang wanita cantik, baik, dan menurut aku dia adalah wanita ideal yang cocok dijadikan seorang isteri. Tapi ada satu yang kurang dari dia, kurang pandai masak. Tapi tak apalah, nanti dia pasti akan beljar juga kok. Lanjut lagi, dia itu pintar dan periang orangnya, ramah, dan sangat disegani oleh orang-orang disekitarnya. Awal aku kenal dia, aku kira dia anaknya serius, tapi ternyata dia camen (cacat mental) juga. Aku sering banget jalan sama dia. Banyak orang-orang yang bertanya sama aku, apakah dia udah punya pacar? Aku tak berani menjawabnya. Tapi aku yakinkan sekali lagi, dia itu wanita yang......
Asep dan Budi terus-terusan bertanya padaku tentang Bunga. Tapi yah aku jawab sebisanya aja. Sampai-sampai Asep bilang, aku akan berusaha demi Bunga. Begitu juga Budi, dia ingin seorang isteri yang seperti Bunga. Yah, mungkin itulah pikiran-pikiran para cowok. Kami juga sempat bercanda, kalau Asep pilih Bunga, mau diapain nati Mbak Yul? Kalau Budi, nanti si Mbak X juga dikemnain? Hahaha....Aneh banget mereka. 
Tapi aku jujur, ini dari hatiku yang paling dalam. Banyak cowok yang menitipkan salamnya untuk Bunga. Dan aku berharap, Bunga akan mendapatkan yang terbaik karena aku yakin Bunga memang wanita hebat di mataku.

Itulah seorang sahabatku, Bunga.

Minggu, 25 Desember 2011

Liburan Seru Ala Sundari Part 2

 Hari kelima liburan, aku tetap menghabiskan waktu di Kebun Kakao, Cikabayan. Bersama teman-teman yang lain, kami melanjutkan pemangkasan cabang air dan cabang negatif pada blok 3. Akhirnya, blok 3 terselesaikan tepat pukul 10.30. Kemudian tak lupa kami sarapan bareng di kebun kakao. Menu sarapan hari itu adalah mie goreng, tempe goreng dan tumis jamur. sungguh nikmat sarpan kali ini.

jaket sundari


sundari dan febri
Hari keenam liburan, aku tidak pergi ke kebun karena pada liburan hari ini ada tutor Genetika Tanaman. Tetapi, kami hanya mengunjungi Cikabayan untuk makan rujak bareng. Seru banget hari ini, ditambah lagi pada sore hari aku, Usi, dan Febri jalan-jalan ke kota Bogor buat malam mingguan. Sebenarnya sih buat menikmati midnight sale Botani Square. Pada jalan-jalan hari ini, aku membeli sebuah jaket lucu di Matahari Departemen Store. Hujan tak menyurutkan kami jalan-jalan malam itu.Kami sampai di Botani Square sekitar pukul 18.30. Kemudian menuju mushola buat melaksanakan shalat magrib. Ketika kami sampai di mushola tepatnya di lantai 3, antrian panjang sudah menanti kedatangan kami. Mungkin orang-orang yang gila belanja datang malam itu, karena malam itu merupakan malam terakhir midnight sale Botani Square. Di sana, teman aku Febri membeli sepatu Yongki Komaladi dengan diskon sampai 

Usi
sundari
dengan 40%. Harga sepatu yang awalnya 159 ribu menjadi 89 ribu. Haha,,,, seneng banget muka temen aku. Setelah membeli sepatu, kami langsung menuju Citrus yang sedang mengadakan diskon gila-gilaan. Ga beli sih...tapi cuma ikut seru-seruan aja. Kemudian kami menuju lantai paling atas Botani buat istirahat sebentar. Pas kami duduk, eh liat Pak Agus Purwito, Kadep AGH, lagi jalan-jalan bareng keluarga. Setelah istirahat, kami menuju Hoka-Hoka Bento untuk makan. Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan dosen AGH, Pak Sobir. Beliau adalah seorang dosen berprestasi tingkat nasional. Kesel banget pas sampe di Hokben. Tapi perjalanan kami masih panjang. Setelah makan, kami menuju Citrus, soalnya midnight sale telah dibuka sampai pukul 23.30. Pas sampai di Citrus, tak lupa kami lihat-lihat baju. Lucu-lucu banget model bajunya, tapi tetep aja walaupun sudah di diskon harganya tetep mahal. Eh ternyata temen aku Febri beli tas. Hahaha....emang yah kalo cewek liat barang bagus dikit langsung beli. Pas temen aku lagi milih-milih, ada Kak Haikal alias Jupe, Kakak AGH 45. Di sana dia sedang mengisi acara midnigt sale. Emang bener, dia itu keren banget orangnya. Kemudian kami ngobrol-ngobrol bentar. Habis itu, kami liat bentar pemilihan Botani Square Ambasador. Gila bener, baju yang dipakai para pesertanya sangat terbuka alias memperlihatkan atau memamerkan auratnya. hah...daripada nambah-nambah dosa, mendingan kami pulang. Eh pas lewat depan Gramedia, ada tulisan lucu "ORANG TUA HILANG". Tak lupa kami foto-foto di ditu. Kami keluar dari Botani sekitar pikul 22.30 dan sampai di Kosan pukul 23.00. Seru banget perjalanan hari ini. tunggu cerita seru dari aku  lain kali ya.
 

Jumat, 23 Desember 2011

Kamu Tau Gak?

 Patung seorang ibu yang menggendong anak di samping patung R.A. Kartini, Kompleks Monumen Nasional Jakarta Pusat.
 Kemacetan di Jakarta.
 Wajah kota Jakarta saat macet.
 Wajah jalan Thamrin, Jakarta.
 Gedung di sepanjang Jalan Thamrin.
 Gedung Pengkajian dan Penelitian ...Teknologi.
 Kementrian Agama RI.
 Jalan menuju Monumen Nasional.
 Tulisa di sekitar kompleks Monumen Nasional
Para anak jalanan yang mandi di kolam Kompleks Monumen Nasional

Someone Like You,,,

I heard
That you're settled down
That you
Found a girl
And you're
Married now

I heard
That your dreams came true.
Guess she gave you things
I didn't give to you

Old friend
Why are you so shy?
Ain't like you to hold back
Or hide from the light

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead,
Yeah.

You know how the time flies
Only yesterday
It was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise
Of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known
How bittersweet this would taste?

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead

Liburan Seru Ala Sundari

Sengaja aku tidak pulang pas liburan natal dan tahun baru ini. Aku beralasan seadainya aku pulang, maka banyak waktu luang yang aku sia-siakan di rumah tnpa berbuat seuatu. Untuk itu, aku tidak beranjak dari Kota Bogor, tempat aku menimba ilmu.
Di liburan ini, aku menghabiskan waktu luangku untuk persiapan UAS, merawat kebun kakao, belajar banyak hal mulai dari kemandirian dan kesendirian, jalan-jalan keliling kampus dan Jakarta. Awalnya aku merasa bingung untuk pulang ataupun tidak. Ibu, kakak, dan Ayah selalu memintaku untuk pulang, tapi aku menjawabnya dengan tegas, BESOK, SETELAH UAS SELESAI SAJA. Aku terus berusaha untuk menahan rasa kangen dengan orang-orang yang aku cintai untuk beberapa saat, yaitu kurang lebih  satu bulan. Toh disini aku tidak sendirian, masih banyak teman-temanku yag tidak pulang.
Hari pertama liburan, aku menghabiskan waktu luangku untuk mengunjungi pekarangan dan belajar persiapan UAS. Aku bersama-sama teman lain melakukan apa yang selayaknya dilakukan para petani, merawat tanaman, menyianginya dari gulma. aku merasa sangat senang karena tempat dimana aku merawat tanaman itu sangat nyaman, termasuk sang pemilik rumah.

Hari kedua, aku mengunjungi kebun kakao untuk yang pertama kalinya. Ada Asep, Takbir, Fuad, Atika, Nafi, Wida, Selly, Ika, dan kamil di sana. Kami melakukan penyemprotan fungisida dan memotong cabang air dan cabang negatif dari tanaman kakao. Lelah sih, tapi sangat menyenangkan, apalagi ada Pak Ade dan Pak Pieter yang senantiasa membimbing kami. Ada kejadian lucu pas hari kedua ini, yaitu ternyata semprotan yang digunakan merupakan bekas herbisida yang apabila disemprotkan ke daun tanaman, maka tanaman akan mati. Tapi, hari itu kami sangat beruntung. Hujan turun dengan sedikit lebat dan itu dapat menghilangkan sisa herbisida dari daun kakao. Hari itu juga, Pak Ade dan Pak Pieter mngusulkan sebuah rencana kunjungan ke kebun kakao di daerah Bandung, Jawa Barat. Hari ini aku merasa sangat senang karena dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat. Tapi hal yang paling seru adalah makan bareng di bawah tanaman kakao.



Hari ketiga, kami tetap melanjutkan pemangkasan cabang air dan cabang negatif. Tidak terlalu lama sih, tapi cukup melelahkan juga. Tidak lupa di akhir sesi hari ini, kami melakukan foto dan makan bareng.


Hari keempat, aku pergi ke Jakarta bareng Ricky, Dana, Jabar, Agung, Izul, Puspita, dan Nafi. Kami awalnya pergi ke Monas dengan KRL. Sialnya, kami tidak dapat duduk dari Bogor sampai ke Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Setelah puas jalan-jalan di Monas, kami melanjutkan perjalanan ke Tanah Abang dengan berjalan kaki. Sebenarnya jauh, tapi karena rame-rame jadi berasa dekat dan seru. Di sepanjang jalan Thamrin, tak lupa kami menyempatkan foto-foto, karena ini adalah kali pertama kami jala-jalan di sini. Aku bisa liat Gedung Bank Indonesia, Bank Mandiri, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kementerian Agama, Kementrian Teknologi dan Riset, Museum Antara, Indosat, MNC TV, dan masih banyak gedung lainnya. Sampai di Tanah Abang, kami langsung pergi untuk belanja, walaupun cuma dapet satu baju dengan harga 30.000, tapi seru banget dapat naik dari lantai satu ke lantai dua belas. Pulang dari Tanah Abang, kami lansung cari makan di Hoka-Hoka Bento, Sarinah. Kami makan rame-rame di sini. Habis itu, ke MC Donald buat beli es krim. Di tengah perjalanan, kami kehilngan satu teman yaitu Nafi yang harus pulang ke Bekasi. Tapi tak apalah, kami lanjutkan lagi ke Monas. Di sini, kami membuat video dari suara Dana dan Ricky. Seru banget pas malam-malam di Monas. Sekitar pukul 19.00 kami ke Gambir untuk pulang lagi ke Bogor. Lagi-lagi kereta penuh. Terpaksa kami harus berdiri. Karena tinggi badanku yang rata-rata orang Indonesia, aku tidak dapat memegang pegangan di kereta. Terpaksa aku mengandalkan tangan Dana, badan Izul dan tas Jabar. Tetep, walaupun lelah yang kami hadapi kami masih dapat tertawa puas di dalam kereta. Pas sampai di Stasiun Depok, barulah kami dapat duduk dan itupun harus ngampar di lantai. Tapi banyak keseruan yang aku dapatkan selama di kereta. Kami sampai di Bogor sekitar pukul 20.30 dan aku sampai di kosan pukul 21.30. Aku merasa sangat bahagia hari itu. Kebersamaan bersama mereka tak dapat aku lupakan. I LOVE MY FRIENDS.

Masih ada lanjutan cerita keseruan liburan dari Aku. Tunggu lagi yah di hari berikutnya